JAKARTA — Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Biro Pendidikan dan Mental Spiritual (Dikmental) memberikan apresiasi terhadap capaian Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi DKI Jakarta dalam pengelolaan kearsipan dan tata kelola organisasi. Hal ini disampaikan Kepala Sub Koordinator Lembaga Mental Spiritual, Ustadz H. Mukhlis, dalam kegiatan Capacity Building berupa Diklat Kearsipan dan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), Kamis (9/4/2026), di aula Sekretariat MUI DKI Jakarta.

Mukhlis menilai, pengelolaan arsip di lingkungan MUI DKI Jakarta sudah menunjukkan tata kelola yang baik dan tertata. Menurutnya, arsip bukan sekadar dokumen administratif, tetapi menjadi alat bukti sah yang sangat penting, terutama dalam proses pemeriksaan keuangan maupun penyelesaian persoalan kelembagaan.
“Pengelolaan arsip yang baik akan sangat membantu lembaga dalam menghadapi berbagai persoalan, terutama yang berkaitan dengan pertanggungjawaban”, ujar Mukhlis saat memberikan sambutan.
Ia juga menegaskan posisi strategis MUI sebagai rumah besar umat Islam sekaligus media komunikasi bagi berbagai organisasi kemasyarakatan Islam. Dalam konteks kelembagaan, Mukhlis menyebut MUI memiliki kekuatan formal yang lebih kokoh dibandingkan sebagian majelis agama lainnya.
“Secara nasional, hanya ada dua majelis agama yang diakui secara tunggal, yaitu MUI untuk Islam dan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) untuk Katolik. Bahkan MUI memiliki dasar hukum berupa Peraturan Presiden yang menguatkan legalitasnya,” katanya.
Mukhlis juga menyoroti kondisi fasilitas yang saat ini masih menjadi tantangan bagi MUI DKI Jakarta. Ia mengungkapkan, sekretariat MUI DKI masih terbatas dan saat ini memanfaatkan salah satu ruang di komplek Jakarta Islamic Center (JIC).
“Kondisi ini tentu menjadi pekerjaan rumah bersama. Ke depan, diharapkan ada kejelasan terkait penyediaan kantor yang lebih representatif bagi MUI DKI Jakarta,” tutur Mukhlis.
Oleh karenanya, dia sedikit membocorkan rencana revitalisasi kawasan Jakarta Islamic Center (JIC) yang menjadi perhatian Pemprov DKI Jakarta melalui kerjasama dengan Kerajaan Arab Saudi.
“Revitalisasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan fungsi JIC sebagai pusat kegiatan keislaman, termasuk mendukung aktivitas MUI”, tutupnya.
Penulis: Herly Ramadhani