JAKARTA — Wakil Ketua Umum MUI DKI Jakarta KH Samsul Maarif menegaskan bahwa menjaga keamanan dan kerukunan di Jakarta merupakan kewajiban bersama seluruh elemen masyarakat. Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan Dialog dan Silaturahmi Ulama–Umara bertema “Membangun Sinergitas Ulama, Pemda, dan Polri dalam Mewujudkan Program Jaga Jakarta”, Senin pagi (3/11/2025) di Orchardz Hotel Industri, Sawah Besar, Jakarta Pusat.
Dalam sambutannya, Kiai Samsul menjelaskan prinsip-prinsip dasar hukum Islam (maqashid syariah) yang mencakup perlindungan terhadap agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta. Ia kemudian menambahkan satu prinsip penting dalam konteks kekinian, yakni hifzhul amn (menjaga keamanan).
“Menjaga keamanan, dalam hal ini menjaga Jakarta, hukumnya wajib. Ini bukan hanya tanggung jawab Pemda dan Polri, tapi juga seluruh masyarakat, termasuk para ulama dan tokoh agama,” ujarnya.
Ia menilai, Jakarta sebagai kota yang heterogen sangat sensitif dan berpotensi mudah terpecah bila tidak dijaga dengan kebersamaan dan kesadaran kolektif. Karena itu, menurutnya, ulama memiliki peran strategis sebagai penggerak keamanan dan kerukunan.
“Ulama harus menjadi penggerak keamanan dan kerukunan. Jakarta ini mudah diolah menjadi perpecahan kalau tidak ada yang menenangkan,” tegas pria yang juga Ketua PWNU DKI Jakarta tersebut.
Lebih lanjut, Kiai Samsul memaparkan empat unsur penting dalam membangun kerukunan sosial, yaitu al-ta’aruf (saling mengenal), al-tafahum (saling memahami), al-ta’awun (saling tolong-menolong), dan al-takaful (saling melengkapi). Keempat prinsip ini, katanya, menjadi dasar bagi terciptanya sinergitas antarunsur masyarakat.
“Semua punya kekurangan, karena itu harus saling melengkapi. Inilah makna sinergitas yang perlu kita jaga bersama,” tutupnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, aparat kepolisian, Wakapolda Metro Jaya Brigjend Dekananto Ekopurwono, Pengamanan Kepolisian Sri Yunanto, Wakil Walikota Jakarta Pusat Eric Pahlevi Zakaria Lumbun, Stafsus Gubernur Bidang Keumatan. organisasi masyarakat, ormas Islam, serta perwakilan majelis-majelis agama seperti KAJ, PGI, PHDI, Permabudhi, dan Matakin.
Penulis: Herly Ramadhani
Wow! Terima kasih! Saya secara terus membutuhkan menulis di website saya sesuatu seperti itu. Bolehkah saya mengambil fragmen dari posting Anda ke blog saya?
Menakjubkan! Blog ini terlihat tepat seperti blog lama saya! Topiknya sepenuhnya berbeda tetapi memiliki layout halaman dan desain yang hampir sama. Pilihan warna desain yang hebat!
Luar biasa blog yang Anda miliki, tapi saya ingin tahu apakah Anda tahu forum diskusi yang membahas topik yang sama seperti yang dibicarakan di sini? Saya sangat ingin menjadi bagian dari komunitas di mana saya bisa mendapatkan tanggapan dari individu yang berpengalaman dengan minat yang sama. Jika Anda punya rekomendasi, mohon beri tahu saya. Sangat menghargai!
You have brought up a very fantastic details, appreciate it for the post.
Hi, saya rasa situs Anda mungkin memiliki masalah kompatibilitas browser. Saat saya melihatnya di Safari terlihat baik-baik saja, tetapi di Internet Explorer tampilannya saling tumpang tindih. Saya hanya ingin memberi tahu Anda! Selain itu, blog yang fantastis!
Anda dapat pasti melihat antusiasme Anda di dalam karya yang Anda tulis. Sektor berharap ada lebih banyak penulis penuh semangat seperti Anda yang tidak takut mengatakan apa yang mereka yakini. Senantiasa ikuti hati Anda.
Saya harus mengatakan, ini adalah salah satu artikel terbaik yang pernah saya baca dalam waktu yang lama. Konten yang sangat membantu. Terima kasih telah berbagi.
Saya sungguh ingin mengirim komentar singkat guna menghargai Anda atas semua informasi luar biasa yang Anda bagikan di website ini.